Arsip Blog

Bolehkah Mencukur atau Mencabut Bulu Kening?

Pertanyaan:

Adakah dibenarkan umat Islam mencukur/mencabut bulu kening?

Rohaini (rohaini**@***.com)

Jawaban:

Bismillah.

Kita dilarang untuk mencabut bulu alis atau bulu kening. Dasarnya adalah hadis dari Abdullah bin Mas’ud, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat al-mutanammishat, al-mustausyimat, dan al-mutafallijat.” (H.R. Bukhari, Abu Daud, dan An-Nasa’i)

Keterangan:

  • Al-Mutanammishat: Wanita yang minta agar bulu keningnya dicabut. Orang yang mencabut (tukang salon) disebut “namishah“.
  • Al-Mustausyimat: Wanita yang minta agar ditato.
  • Al-Mutafallijat: Wanita yang mengikir giginya agar kelihatan cantik.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).

Sumber: http://www.KonsultasiSyariah.com

Iklan

Kajian Fikih Safar bersama Ust. Amni Nur Ba’its (Yogyakarta, 1 & 8 Desember 2011)

KAJIAN FIKIH SAFAR

bersama:
Ustadz Ammi Nur Ba’its

(Pengasuh Situs http://www.konsultasisyariah.com)

Insya Allah pada:
Hari: Kamis, 01 Desember 2011 & Kamis, 08 Desember 2011
Waktu: Ba’da Dzuhur – 12.45 WIB (dimohon shalat dzuhur berjamaah di masjid F. Kehutanan)
Tempat: Masjid Al-Ikhsan
Alamat: Fakultas Kehutanan UGM

Fasilitas:
CD rekaman kajian fikih safar ini (GRATIS)

Terbuka untuk:
Putra Putri (Mahasiswa Fakultas Kehutanan)
Putra (Masyarakat umum/mahasiswa fakultas lain)

CP:
Ikhsan – 0856 4770 9534

Penyelenggara:
Takmir Masjid Al-Ikhsan Kehutanan UGM
Keluarga Mahasiswa Islam Kehutanan (KMIK)
Forum Kajian Islam Mahasiswa (FKIM)

Sumber : http://ruang-kajian.blogspot.com/

Sedekah Dengan Uang Syubhat

Pertanyaan:

Assalamu‘alaykum. Admin, afwan. Bolehkah kita sedekah dengan uang yang syubhat? Uang yang didapat dari yang tidak jelas sumbernya dan dari denda karena suatu hal, dan bolehkan kita sedekah dengan bunga bank? Jazakumulloh.

Indah Dwi (indah_dwi**@***.com)

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Boleh memberikan uang syubhat atau riba kepada orang lain. Hanya saja, statusnya bukan sedekah karena yang memberi tidak mendapatkan pahala sedekah dengan uang tersebut. Untuk itu, sebaiknya, ketika memberi sekaligus menjelaskan bahwa uang tersebut adalah uang riba atau bahwa itu adalah hasil praktik dari sesuatu yang haram, agar si penerima tidak menyangkanya sebagai sedekah.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).

Sumber

Tertinggal Satu Rakaat Shalat Tarawih

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Mau tanya nih, Pak Ustadz. Apa yang harus kita lakukan saat tertinggal satu rakaat pada saat shalat tarawih?

Musyahir (**syahir@***.com)

Jawaban:

Wa’alaikumus salam.

Orang yang ketinggalan tarawih bisa langsung bergabung dengan imam, kemudian ketika imam salam shalat witir, si makmum ini langsung berdiri menggenapkan dengan menambahkan satu rakaat, kemudian baru salam. Selanjutnya, makmum masbuk bisa menambahi jumlah rakaat tarawih yang kurang, kemudian diakhiri dengan witir. [Lanjutkan Membaca]

Lafal “Amin” yang Benar

Pertanyaan:

Bismillah. Assalamu ‘alaikum, Ustadz. Saya mau tanya perihal lafal “Amin” saat shalat berjemaah setelah imam membaca surah Al-Fatihah. Bagaimana dengan panjang-pendeknya bacaan “Amin” tersebut, karena saya mengetahui dalam kaidah bahasa Arab, lafal “Amin” itu ada 4 perbedaan. Salah satu di antaranya “Aamiin” (alif dan mim sama-sama panjang), yang artinya, “Ya Tuhan, kabulkanlah doa kami.” Apakah lafal ini yang dipakai, atau bagaimana yang diperbolehkan? Jazakallahu khairan.

Rasyid Ibnu Ali (**_math07@yahoo.***)

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Ada beberapa kata yang mirip untuk kata “Aamiin“.

1. أَمِيْنٌ (a:pendek, min:panjang), artinya ‘orang yang amanah atau terpercaya’.

2. أٰمِنْ (a:panjang, min:pendek), artinya ‘berimanlah’ atau ‘berilah jaminan keamanan’.

[Lanjutkan Membaca]

%d blogger menyukai ini: