Arsip Blog

Lebih Memilih Penjara

Oleh: Ust. Badrussalam, Lc

Pelajaran yang berharga..
dari Syaikh Abdurrozaq:

Dalam kisah Nabi Yusuf terdapat pelajaran yang agung..
beliau selamat dari ujian yang berat..
ujian wanita pembesar yang cantik rupawan..
yang mengajaknya berzina..
padahal pendorong zina amat kuat..
beliau amat tampan rupawan..
beliau masih muda belia..
beliau hidup di negeri asing, tiada yg mengenalnya..
yang mengajaknya wanita yang sangat cantik..
wanita itu berhias secantik cantiknya..
dikunci semua pintu dan jendela..
hanya mereka berdua..
lalu wanita itu mengajaknya..
bahkan mengancamnya bila tak mengikuti keinginannya..
namun..
Nabi yusuf berkata..
aku berlindung kepada Allah..
beliau rela dipenjara..
bukan hanya sehari namun bertahun tahun lamanya..
hanya karena tak mau berzina..
sebuah pelajaran yang agung..
untukku dan semua lelaki..

Tanda Dunia Telah Masuk ke Hati


Oleh: Ust. Badrussalam, Lc

Bila kita lebih gembira ketika mendapat dunia..
Namun tak begitu gembira ketika mendapat akhirat..

Ketika kita semangat mencari dunia..
Namun tak semangat mencari akhirat..

Menjadi semangat ibadah di saat ada keuntungan dunia..
Namun ketika mendengar pahala akhirat tak seperti semangat mengharapkan keuntungan dunia..

Bila itu ada..
Ucapkanlah inna lillahi wa inna ilaihi raji’un..
Karena itu adalah musibah..

Merasa Paling Benar

Oleh: Ust. Badrussalam, Lc

Jangan merasa paling benar sendiri..
sebuah ucapan yang sering terdengar..
untuk berkilah ketika ditegur atau diingatkan..

Padahal merasa benar adalah fitrah manusia..
karena tidak ada di dunia ini yang merasa paling sesat sendiri..

Lihatlah Fir’aun, ia berkata:
“Aku tidaklah memandang kecuali yang aku pandang baik, dan aku hanyalah membimbing kalian kepada jalan kebenaran.”
(Ghafir: 29).

Bila ada yang berkata kepadamu: “Jangan merasa paling benar sendiri.”
tanyalah ia: “Anda berkata demikian apakah merasa benar?”
tentu ya..

Merasa paling benar dalam perkara yang telah jelas dalilnya..adalah perkara yang diperintahkan..

Sedangkan dalam perkara yang bersifat ijtihad dan tidak ada nash yang gamblang…
maka kita hanya memilih yang kita pandang kuat tanpa menyesatkan yang lainnya..

Yang salah adalah orang yang merasa paling benar..
namun tidak memiliki hujjah dan dalil yang kuat dr Al Qur’an & Assunnah

Kemuliaan Wanita

Oleh: Ust. Badrussalam, Lc

Wanita..
Ia adalah makhluk yang mulia..
Di saat kecil..
Memberi pahala besar untuk orang tuanya..
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda..
Siapa yang memiliki dua saudari atau dua anak wanita..
Lalu ia berbuat baik kepada keduanya..
Maka aku dan ia di dalam surga seperti ini..
Beliau menggandengkan dua jarinya..
HR Al Khathib..

Di saat menjadi istri..
Ia menjadi ladang pahala untuk suaminya..
Mengangkatnya menjadi manusia terbaik..
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda..
Sebaik baik kamu adalah yang paling baik untuk istrinya..
HR Bukhari dan Muslim..

Ketika menjadi ibu..
Ia amat mulia dan haknya amat agung..
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi..
Siapakah manusia yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?
Beliau bersabda: ibumu..
Kemudian siapa? Beliau bersabda: ibumu..
Kemudian siapa? Beliau bersabda: ibumu lalu bapakmu..
HR Bukhari..

Wahai wanita..
Sadarkah bahwa kalian makhluk yang mulia..
Maka janganlah kamu campakkan kemuliaanmu..

Semoga Allah senantiasa menjagamu..

Diinginkan Kebaikan Oleh Allah

Oleh: Ust. Badrussalam, Lc

Abdullah bin Mughoffal radliyallahu anhu berkata, ” Ada seorang lelaki bertemu dengan seorang wanita yang pernah menjadi pelacur di masa jahiliyah.

Lalu lelaki itu mencandainya dan menjulurkan tangannya kepada wanita itu..
Wanita itu berkata, “Jangan begitu, sesungguhnya Allah telah menghilangkan kesyirikan dan mendatangkan Islam..”

Lelaki itu pergi meninggalkannya, dan menengok kepada wanita itu hingga wajahnya terbentur tembok..

Lalu ia mengabarkan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi Wasallam..
Beliau bersabda, “Kamu seorang hamba yang Allah inginkan kebaikan untukmu..

Kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya apabila Allah menginginkan keburukan kepada seorang hamba..
Allah biarkan ia dengan dosanya..
Sampai Diberikan balasannya pada hari kiamat..

HR Ath Thabrani, AL Hakim dan AL Baihaqi..

Di zaman ini..
Berapa banyak mata kita melihat maksiat..
Namun dibiarkan oleh Allah tidak diberikan sanksi..

Astaghfirullah..

Sibuk Memikirkan Sesuatu

Oleh: Ust. Badrussalam, Lc

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Berfikir adalah asal segala ketaatan, dan asal semua kemaksiatan.” (Miftah Daar As Sa’adah hal. 226).

Kok bisa begitu ya?..
Setelah direnungkan.. Betul juga..
Memikirkan sesuatu biasanya akan merubah suasana hati..
Lalu menimbulkan niat dan keinginan..
Sedangkan niat adalah awal perbuatan..

Ketika seseorang memikirkan tujuan kehidupannya..
Ia ingat kehidupan setelah kematian..
Suasana hatipun berubah..
Timbullah keinginan untuk berbuat ketaatan..

Ketika seorang istri melihat keburukan suaminya..
Ia sibuk memikirkan keburukan tersebut..
Hingga hilang semua kebaikan suaminya..
Timbullah perbuatan nusyuz.. Atau setidaknya berkurang rasa cintanya..
Padahal mungkin suaminya sudah banyak berbuat baik kepadanya..

Ketika seorang lelaki melihat wanita jelita..
Lalu ia sibuk membayangkan keindahannya..
Ia pun lupa dari berdzikir kepada Allah..
Lupa bahwa bidadari surga lebih indah dan jelita..
Lalu muncul keinginan yang terlarang..

Ketika melihat gemerlapnya dunia..
Ia berfikir.. Dan terus sibuk memikirkannya..
Seperti orang yang melihat kemewahan si Qorun..
Ia berkata, “Andai aku kaya seperti dia.. Duhai beruntung sekali rasanya..
Suasana hatinya berubah.. Ia menilai kehormatan sebatas dengan kekayaan.. Kedudukan.. Dan kenikmatan dunia..
Sementara temannya yang mukmin berkata..
“Celaka kamu.. Pahala Allah lebih baik dan lebih kekal..
Dunia hanyalah kesenangan sesaat..
Lalu ia akan hancur dan musnah..

Hari ini..
Esok dan lusa..
Kita sibuk berfikir apa ??
Moga Allah memberi kita kekuatan untuk selalu berfikir positif..

Aamiin..

Sebaik-baiknya Agama

Oleh: Ust. Badrussalam, Lc

Dari Hudzaifah radliyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Keutamaan ilmu lebih baik dari keutamaan ibadah, dan sebaik-baik agamamu adalah waro’.” HR At Thabrani dan Al Bazzar

Menuntut ilmu lebih utama dari ibadah..

Imam Syafi’i pernah berkata,

“Menulis ilmu sesaat lebih aku sukai dari sholat semalam suntuk.”

Bukan berarti ilmu tidak diamalkan..

Namun menuntut ilmu amat besar pahalanya..

Dan ilmu dapat menimbulkan waro’..

Waro’ adalah meninggalkan sesuatu yang bermudlarat untuk akhirat..

Dalam perkataan, perbuatan, pakaian, makan, minum, bermu’amalah dan seluruh sisi kehidupan..

Pakaianmu misalnya, tinggalkanlah pakaian yang bermudlarat untuk akhiratmu..

Dengan menutup aurat yang sesuai dengan syari’at Nabimu..

Itulah waro’..

Sebaik-baik agamamu.

Menuntut Ilmu Adalah Jihad

Oleh: Ust. Badrussalam, Lc

Abu Darda Radliyallahu ‘anhu berkata,

“Siapa yang beranggapan bahwa pergi menuntut ilmu bukan jihad maka telah berkurang akalnya.” (Jami’ bayanil ‘ilmi hal 60).

Mu’adz bin Jabal berkata,

“Pelajarilah ilmu, karena mempelajarinya karena Allah adalah hasanah, menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah tasbih, dan membahasnya adalah jihad.” (Jami’ bayanil ‘ilmi hal. 94).

Al Hafidz ibnu Rajab berkata,

“Demikian pula orang yang menyibukkan diri dengan ilmu, ia adalah salah satu dari dua macam jihad. Menyibukkan diri dengan ilmu sama dengan jihad fii sabilillah.” (Jami’ Rosail ibnu Rojab 1/244).

Syaikh Abdurrahman As Sa’di berkata,

“Diantara jihad yang paling agung adalah meniti jalan ilmu dan mengajarkannya, karena sibuk dengan ilmu bila niatnya lurus tidak ada amalan yang dapat mengimbanginya. Karena dengan ilmu, agama menjadi hidup, orang-orang bodoh menjadi terbimbing, juga seruan kepada kebaikan dan larangan dari keburukan dan kebaikan lain yang amat banyak dimana para hamba selalu butuh kepadanya.”(Al Fatawa As Sa’diyah hal 45).

Cinta Itu Lelah

Oleh: Ust. Badrussalam, Lc

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Meraih sesuatu yang dicintai seringnya harus menanggung sesuatu yang menyusahkan. Baik cinta yang benar maupun cinta yang tidak benar.” (Al ‘Ubudiyah hal 130).

Cobalah renungkan..
Orang yang cinta kedudukan..
Dia lelah untuk meraihnya..
Menghadapi rintangan yg amat berat..
Bahkan seringkali berbahaya untuk dunia dan agamanya..

Orang yang cinta harta..
Ia habiskan waktunya untuk membanting tulang..
Tak kenal waktu..
Bahkan sering ia sakit karenanya..

Orang yang cinta syahwat..
Ia lelah hatinya..
Demi mengejar syahwat yang ia dambakan..
Di saat jauh..
Ia tersiksa oleh kerinduan..
Di saat dekat..
Ia tersiksa oleh kekhawatiran tuk berpisah dengannya..

Ternyata memang meraih yang dicintai butuh pengorbanan..
Semakin cinta..
Semakin kuat perjuangan meraihnya..
Semakin kurang cintanya..
Semakin lemah pengorbanan..

Semua kita mengaku mencintai Allah dan RasulNya..
Sejauh manakah pengorbanan untuk meraih cinta itu..
Syaikhul Islam berkata, “Apabila seorang hamba meninggalkan apa yang ia mampu lakukan dari berjihad, maka itu bukti kelemahan cinta dalam hatinya kepada Allah dan rasulNya.”
(Al Ubudiyah hal 130).

Terkadang kita mampu melakukan suatu ibadah..
Namun kemalasan menghentikan langkah..
Tak ada perjuangan untuk melawannya..
Itulah kelemahan cinta..
Walaupun pelakunya mengaku ia cinta sejuta rasa..

Allahul Musta’an..

Kapan Kita Mengenal Seseorang?

Oleh: Ust. Badrussalam, Lc

Ada seorang laki-laki berkata kepada Umar:
“Sesungguhnya si fulan itu orangnya baik”.

Umar: “Apakah kamu pernah bersafar bersamanya ?”

Lelaki: “Belum pernah”.

Umar: “Apakah kamu pernah bermu’amalah dengannya ?”

Lelaki: “Belum pernah”.

Umar: “Apakah kamu pernah memberinya amanah ?”

Lelaki: “Belum pernah”.

Umar: “kalau begitu kamu tidak punya ilmu tentangnya. Barangkali kamu hanya melihat dia sholat di masjid”.
(Mawa’idz shohabah hal. 65).

Mengapa Umar mempertanyakan tiga perkara ini ya akhi ?
Karena dengan safar, kita dapat mengetahui karakter dan watak seseorang sesungguhnya..
Safar adalah bagian dari adzab, capek dan melelahkan, disaat itu akan tampak watak asli seseorang..
Dengan mu’amalah seperti jual beli dan lainnya, kita dapat mengetahui akhlak seseorang..
Dan dengan memberi amanah, kita dapat mengetahui kadar amanah dan agama seseorang..

Sungguh, pertanyaan yang cerdas..
Yang menunjukkan kepada pengalaman dan keilmuan..

%d blogger menyukai ini: