Keras Kepala, Lupa dan Salah Merupakan Tabiat Manusia

Abd bin Humaid menceritakan kepada kami, Abu Nu’aim menceritakan kepada kami, Hisyam bin Sa’ad menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam dari Abu Shalih dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ketika Allah menciptakan Adam, Dia mengusap punggungnya, kemudian dari punggung itu keluar makhluk-makhluk keturunan Adam yang diciptakanNya hingga hari kiamat. Dan Allah memberikan tanda berkilau dari cahaya yang terletak antara kedua matanya pada setiap orang.

Kemudian Allah memperlihatkannya kepada Adam. Adam bertanya, ‘Wahai Tuhanku, siapakah mereka itu?’ Allah menjawab, ‘Mereka adalah anak keturunanmu.’

Kemudian Nabi Adam melihat seorang lelaki yang membuatnya ta’ajub karena tanda yang berkilau antara kedua matanya tersebut. Lalu Adam menanyakan, ‘Wahai Tuhanku, siapakah orang ini?’ Allah menjawab, ‘Orang ini termasuk umat yang hidup di akhir zaman, mereka biasa memanggilnya ‘Daud’.
Adam bertanya, ‘Ya Rabbi, engkau memberi jatah umur kepadanya berapa tahun? Allah menjawab, ’60 tahun.’ Adam berkata, ‘Ya Rabbi, tambahkan usianya dari jatah usiaku 40 tahun.’

Ketika umur Adam telah dipenuhi dan malaikat maut menjemputnya, Adam berkata, ‘Bukankah umurku masih tersisa 40 tahun lagi?’ Allah menjawab, ‘Bukankah umur itu telah engkau berikan untuk Daud.’
Adam ingkar, begitu juga anak keturunannya. Adam lupa, begitu juga anak keturunannya. Adam berbuat salah, begitu juga anak keturunannya.” [1]

Pelajaran yang dapat dipetik:

1. Kekuasan Allah berlaku untuk setiap sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan kehendakNya. Dia memutuskan sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki dan berbuat sesuatu sesuai dengan apa yang dikehendaki juga.
2. Adam adalah nenek moyang seluruh umat manusia.
3. Adam tidak mengetahui apa yang akan terjadi dan apa yang akan keluar dari tulang rusuknya.
4. Nabi Daud diberi kelebihan oleh Allah rupa yang elok yang diletakkan di atas matanya, sehingga Nabi Adam merasakan kelebihannya itu.
5. Amal dan ajal waktunya telah ditentukan, tidak bisa bertambah atau berkurang.
6. Usia orang-orang Bani Israil sama dengan usia umat ini, yakni pendek usianya.
7. Umat Bani Israil termasuk umat yang hidup di akhir zaman.
8. Hendaknya seorang hamba memberikan sebagian karunia yang diberikan Allah dalam rangka amal shalih.
9. Di antara tabiat buruk manusia adalah lupa, salah dan ingkar.
10. Doa ketika bersin dan jawabannya serta ucapan salam adalah syariat universal yang ada pada tiap syariat-syariat lain.
11. Menetapkan bahwasanya Allah mempunyai dua tangan. Dia menggenggamnya sesuai dengan kehendak-Nya dan dengan cara yang dikehendaki-Nya, tanpa takyif dan ta’thil.
12. Kemampuan Adam untuk menghitung benda.
13. Anjuran untuk menulis hutang dan dalam muamalah yang lain. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari sifat ingkar dan lupa pada diri manusia.

__________________

[1] HR. At-Tirmidzi 2878, Ibnu Khuzaimah dalam at-Tauhid 67, Ibnu Hibban 6167, Ahmad 1/251.

[Sumber: Sittuna Qishshah Rawaha an-Nabi wash Shahabah al-Kiram, Muhammad bin Hamid Abdul Wahab, edisi bahasa Indonesia: “61 KISAH PENGANTAR TIDUR Diriwayatkan Secara Shahih dari Rasulullah dan Para Sahabat”, pent. Pustaka Darul Haq, Jakarta]

Sumber

Posted on Januari 14, 2013, in Kisah and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: