Apakah Angin Yang Keluar Dari Kemaluan (Vagina) Wanita Dapat Membatalkan Wudhu?

Pertanyaan:

Afwan أُسْتَاذُ ..kalau keluar angin dari kemaluan seorang wanita…apakah harus berwudhu lagi? Karena banyak ‘ikhtilaf dalam hal ini. Mohon kesediaan أُسْتَاذُ untuk menjawabnya. جَزَاك اللّهُ خَيْرًا

 Jawaban:

Bismillah. Dalam masalah ini ada dua pendapat diantara para ulama fiqih.

Pendapat Pertama:
Mayoritas ulama berpendapat bahwa angin yg keluar dari kemaluan (vagina) wanita MEMBATALKAN WUDHU.
Mereka melandasi pendapatnya dengan hal-hal berikut ini:
1) Keumuman sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

لا وضوء إلا من صوت أو ريح

(La Wudhu-a illa min Shoutin au Riihin)
Artinya: “Tidaklah membatalkan wudhu kecuali dikarenakan (terdengarnya) suara atau (terciumnya) bau (kentut).” (HR. Muslim dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu anhu).
2) Qiyas (menganalogikan) angin yang keluar dari lubang vagina dengan apa yang keluar dari dubur dan kemaluan (tinja dan kencing).

Pendapat Kedua:
Abu Hanifah, Imam Malik, Ibnu Hazm dan selainnya berpendapat bahwa hal itu TIDAK MEMBATALKAN WUDHU.
Mereka beralasan bahwa Dhuroth (kentut dengan suara) dan Fusa’ (kentut tanpa suara / diam-diam) adalah suatu nama untuk angin yang keluar dari dubur.

Pendapat yang nampak ROJIH (kuat dan benar) dan lebih hati-hati adalah pendapat mayoritas ulama yang menyatakan bahwa keluarnya angin dari kemaluan (vagina) seorang wanita dapat MEMBATALKAN WUDHU dan SHOLAT.
Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

عَنْ أبي هريرة رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” لايَقْبَلُ الله صَلاةَ أحَدكُمْ إذَا أحْدَثَ حَتَى يَتَوضًأ ” متفق عليه، واللفظ لمسلم.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Allah tidaklah menerima sholat salah seorang diantara kalian apabila ia ber-hadats sehingga ia berwudhu.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim. Dan ini lafazh yang diriwayatkan oleh Imam Muslim).

Dan di dalam riwayat Imam Bukhari disebutkan:

قال رجل من حضرموت : ما الحدث يا أبا هريرة ؟ قال : فساء أو ضراط 

“Ada seorang lelaki dari Hadramaut bertanya, “wahai Abu Hurairah, apa itu hadats?” Beliau jawab: “Fusa’ (kentut diam-diam tanpa suara) atau Dhuroth (kentut pake suara).”

Akan tetapi, hendaknya seorang wanita musimah tidaklah merasa telah batal wudhunya kecuali jika telah merasa yakin bahwa angin benar-benar telah keluar dari lobang vaginanya. Adapun perasaan ragu-ragu dalam hal ini, maka hendaknya ia memegang sesuatu yang yakin, yaitu ia tetap dalam keadaan bersuci dan tidak membatalkan sholatnya jika ia dalam keadaan sholat.
Hal ini berdasarkan hadits yang shohih, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah memberi fatwa kepada seorang sahabat yang ragu-ragu, apakah dia kentut dalam shalat ataukah tidak, “Jangan dia memutuskan shalatnya sampai dia mendengar suara atau mencium bau.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim dari jalan Abdullah bin Zaid radhiyallahu anhu).
Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. Semoga mudah dipahami dan menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat.
Wallahu a’lam bish-showab. Wahuwa waliyyu at-taufiq.

Sumber: Group Majelis Hadits Akhwat
Pembina Group: Ust. Muhammad Wasitho, Lc

Posted on Desember 10, 2012, in Tanya Jawab and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: