Rintihan Shalat Malam

Oleh : Ust. Firanda Andirja, M.A

Seakan-akan sholat malam berkata :
“Akankah masa keemasanku akan berakhir….?
Ramadhan lalu betapa banyak orang berbondong-bondong mengejarku….betapa bahagianya diriku saat itu…, akan tetapi…
Baru seminggu Ramadhan berlalu maka berbondong-bondong pula orang-orang meninggalkan aku…mereka melupakan aku…bahkan mereka pura-pura tidak mengenalku.
Lebih menyedihkan lagi…banyak diantara mereka yang di malam idhul fitri langsung mengusirku…, satu rakaatpun tidak mereka kerjakan !!!

Apakah aku hanya dihargai dan dicari-cari tatkala di bulan Ramadhan?? Lantas di sebelas bulan yang lain aku dicampakkan oleh mereka??
Bukankah Imam mereka Imam Ahmad pernah ditanya tentang seseorang yang sengaja meninggalkan sholat witir, maka beliau berkata :

هَذَا رَجُلٌ سُوْء يَتْرُكُ سُنَّةً سَنَّهَا النَّبِيُّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، هَذَا سَاقِطُ الْعَدَالَةَ إِذَا تَرَكَ الْوِتْرَ مُتَعَمِّداً.

“Ini adalah seorang yang buruk, ia meninggalkan sunnah yang telah disunnahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, orang ini telah jatuh ‘adalahnya (terpercayanya) jika ia meninggalkan witir dengan sengaja” (Tobaqootul Hanaabilah 1/337)

Dalam riwayat yang lain Imam Ahmad berkata :

فَهُوَ رَجُلٌ سُوْء وَلاَ يَنْبَغِي أَنْ تُقْبَلَ لَهُ شَهَادَةٌ

Orang ini adalah orang yang buruk, dan tidak pantas untuk diterima syahadahnya (persaksiannya)” (Al-Mughni 1/827)

Bukankah Nabi mereka shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيِلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ وَمُكَفِّرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ لِلْإِثْمِ

“Hendaknya kalian melakukan sholat malam, karena sesungguhnya sholat malam adalah adat/kebiasaan orang-orang sholeh sebelum kalian, dan ia merupakan qurbah yang mendekatkan kalian kepada Rob kalian, menghapuskan keburukan-keburukan serta mencegah dari perbuatan dosa” (HR At-Thirimidzi no 2814 dan dihasankan oleh Syaih Al-Albani)

Anehnya…masih saja ada diantara mereka yang malas sholat malam…..tidak sholat witir…namun masih saja merasa dirinya sebagai orang sholeh…!!!
Akan tetapi…hatiku terhibur…ternyata masih ada diantara mereka yang menghargaiku…yang menghormatiku…rela melawan rasa kantuk mereka…rela meninggalkan ledzatnya tidur…rela mengguyurkan air yang dingin untuk mengusap wajahnya….meskipun tak seorangpun yang melihatnya….ia mengadukan segala keluh kesahnya kepada Allah semata….
Dirinya berkata :

لَبِسْتُ ثَوْبَ الرَّجَا وَالنَّاسُ قَدْ رَقَدُوْا ….. وَقُمْتُ أَشْكُو إِلَى مَوْلاَيَ مَا أَجِدُ

Aku memakai pakaian “pengharapanku” pada saat manusia sedang tertidur pulas…
Lalu aku mengeluhkan kepada Robku kesulitan yang aku dapati….

وَقُلْتُ يَا عُدَّتِي فِي كُلِّ نَائِبَةٍ …… وَمَنْ عَلَيْهِ لِكَشْفِ الضُّرِّ أَعْتَمِدُ

Dan aku berkata “Wahai Dzat Tempat aku mengharap di setiap musibahku…..Dzat yang aku bersandar untuk menghilangkan penderitaanku”

أَشْكُو إِلَيْكَ أُمُوْراً أَنْتَ تَعْلَمُهَا … مَا لِي عَلَى حِمْلِهَا صَبْرٌ وَلاَ جَلَدُ

“Aku mengadukan kepadaMu keluhan-keluhanku yang Engkau lebih mengetahuinya….sungguh aku tidak mampu dan tidak sabar untuk memikul bebannya…”

وَقَدْ مَدَدْتُ يَدِي بِالذُّلِّ مُعْتَرِفاً … إِلَيْكَ يَا خَيْرَ مَنْ مُدَّتْ إِلَيْهِ يَدُ

“Dan sungguh aku telah mengulurkan tanganku dengan penuh pengakuan akan kerendahanku…wahai Dzat yang terbaik untuk diulurkan kepadanya tangan kehinaan…”

فَلاَ تَرُدَّنَّهَا يَا رَبِّ خَائِبَةً .. فَبَحْرُ جَوْدِكَ يَرْوِي كُلَّ مَنْ يَرِدُ

“Maka…sungguh janganlah sekali-kali Engkau mengembalikan tangan tersebut dalam keadaan kosong…. Lautan kedermananMu akan menghilangkan dahaga setiap orang yang menghampirinya…”

Ya Allah berikanlah kelezatan iman kepadanya…tambahkanlah rizkinya…, kyusu’kanlah sholatnya…, hilangkanlah kesulitannya…, tentramkanlah hatinya…
Yaa Allah ia telah menundukkan dan menghinakan wajah dan hatinya hanya kepadaMu…janganlah engkau biarkan ia mengeluh kepada seorang makhlukpun…janganlah Engkau membiarkannya menundukan wajahnya karena meminta-minta pertolongan kepada makhluk….

Sumber

Posted on November 12, 2012, in Mutiara Hikmah and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: