Mencari Kebenaran

Saat khalifah Utsman bin Affan terbunuh, pertikaian di antara sesama kaum muslimin semakin memanas dan semakin rumit. Saat melihat keadaan yang menyedihkan itu, Husein bin Kharijah Al-Asyja’i berdo’a “Ya Allah, tunjukkanlah kepadaku sesuatu dari kebenaran ini yang dapat kupegang teguh.”

Hingga sewaktu tidur, Husein bermimpi bahwa ia melihat dunia dan akhirat hanya dibatasi oleh sebuah dinding. Husein lantas memanjat dinding itu serta mendapatkan di dalamnya beberapa makhluk yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Mereka berkata kepada Husein “Kami adalah para malaikat.”

Husein lantas bertanya, “Kalau begitu dimana para saksinya.”

Makhluk-makhluk yang mengatakan bahwa dirinya malaikat itupun berkata, “Silakan menaiki anak-anak tangga.”

Huseinpun menuruti perintah itu, ia lantas menaiki tangga satu demi satu, hingga ia bertemu dengan Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam dan Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam. Ia mendengar Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Nabi Ibrahim, “Mintakan ampunan kepada umatku.”

Beliau Ibrahim lantas menjawab, “Engkau tidak pernah tahu apa yang diada-adakan oleh umatmu sepeninggalmu. Mengapa mereka tidak melakukan perbuatan sebagaimana yang dilakukan oleh kekasihku, Saad bin Abi Waqas?”

Saat terbangun, Husein lantas bergegas menjumpai Saad dan menceritakan tentang mimpinya itu. Saad bin Abi Waqas terlihat begitu gembira mendengar cerita itu. Beliau lantas berkomentar, “Sungguh merugi orang yang tidak menjadi kekasih Ibrahim ‘alaihissalaam.”

Husein bertanya, “Lalu anda berdiri pada kelompok yang mana?”

“Saya tidak berpihak pada siapapun diantara mereka,” jawab Saad.

“Kalau demikian apa yang akan kau perintahkan kepada diriku?” tanya Husein tak mengerti.

Saad lantas balik bertanya, “Apakah kau masih memiliki kambing?

“Tidak!” jawab Husein.

“Kalau begitu belilah seekor kambing,” jawab beliau, “Peliharalah kambing-kambing itu hingga engkau betul-betul bisa mengetahui kebenaran!”

[Sumber : Disalin dari el-fata edisi spesial/III/2002]

Posted on Oktober 5, 2010, in Kisah and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: